Tampilkan postingan dengan label Poetries. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetries. Tampilkan semua postingan

Ketika dan Kau Menjauh

>> Rabu, 24 Juni 2009

dan.....sungai itu menjauh dariku
ia menginginkan air yang lebih dingin...
sepertinya hujan akan membasahinya...
tapi, hujan seperti apa??

hujan hitam, matanya terbenam
aku tak bisa mengulang kata
sebuah makna
tapi ia tak bisa


apa???

ketika dan sepertinya mereka semakin jauh...
aku terbangun dan melihat mereka tergugu

Read more...

Titik-Titik

>> Jumat, 08 Mei 2009



















lalu, hujan seperti titik-titik.
kemudian, kau menyamar titik-titik.
kepalamu titik-titik.

titik-titik yang menguntit larik.
titik-titik dengan topeng akik.
titik-titik kaki jangkrik.

bunyimu titik-titik, dan lagu lama.
lagu lamamu titik-titik, seperti siapa.
siapa titik-titik, yang kau sapa.

AKU titik-titik
KAU titik-titik
BUNYI titik-titik

dan kau telah TAHU


Desember, 2008

Read more...

Jam Tangan Durhaka

>> Rabu, 01 April 2009

Ketika hendak merayakan ulang tahunnya yang ketiga belas jam tangan berteriak sekeras-kerasnya karena pada saat itu lampu padam. PLN mengadakan pemadaman bergilir hingga seribu tahun lamanya. Di rumah-rumah pejabat, pemadaman hanya terjadi sekali seratus tahun.
Alhasil, jam tangan tidak dapat merayakan hari ulang tahunnya yang ketiga belas karena selama seribu satu tahun lampu padam. Ia marah dan berkata, "katanya cuma seribu tahun!"
Lalu jam tangan berlari ke luar rumah dan menyumpahi PLN,
"Kukutuk kau jadi keledai!!" katanya keras-keras.
Akhirnya, jam tanganpun tenang dan bisa menonton acara kesukaannya. Ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan PLN.
Beberapa lama kemudian, jam tangan khawatir karena ayahnya tak juga pulang kerja. Setelah ia menunggu selama dua jam, ia mendengar suara pintu diketuk. Ia bergumam, " itu pasti ayah."
Tapi ia tak mendengar suara ayahnya seperti biasa. Cuma suara hewan asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ketika pintu dibuka, jam tangan kaget melihat ayahnya telah jadi keledai.
Dengan marah ayahnya berkata, "dasar anak durhaka!"

2008


Read more...

KupuKupu

>> Selasa, 24 Maret 2009



di sana, cerita itu dimulai
sejak kau membeli parfum
bau mawar

kau membeli pupuk
dan kau menanamkan sayap di punggungku
lalu ia tumbuh
seperti luka

hei, lihat

aku harus bicara denganmu
lewat acara televisi

lalu kau hanya lewat
tak memerhatikan
dan aku diam seperti kamera itu

sejak lama
tapi aku adalah kupu-kupu putih
terbang hanya sekilas pandang

dan apa yang kau harapkan dariku
sebuah kata
sebuah makna?

dan sayap yang kau tanam itu
tumbuh secara perlahan

seperti luka

Read more...

Pandangan Pertama, Awal Aku berjumpa

Katakan saja.
Aku hanya perlu menerka.

Ah, jangan menyanyilah.

Aku sudah pernah dengar.
Mungkin itu pandangan pertama.

Persis cinta pertama.

Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.
Pandangan pertama, awal aku berjumpa.

Angka belasan….

Aku tak ingat tentang hari itu.

Da da.

Read more...

Gunung Gagu

>> Jumat, 20 Maret 2009

gunung gagu merambah musim panas
orang-orang tak mau bicara
sampai hujan datang kembali
sekawanan kerbau berburu
katak buat mainan anak-anak
dan kau adalah mawar yang tawar
karena orang-orang memberi
makan kelelawar

habislah sisa jasadmu
mereka makan seperti orang kelaparan
menarik cacing-cacing dari sarangnya
sebagai pengganti mi pagi hari
sementara pagi terus tak mau pulang
paling tidak supaya bulan
bisa menjadi satpam malam ini
tak lagi matahari
tak lagi burung-burung yang lupa bernapas

seperti pagi ini
di mana gunung gagu merambah musim panas

Read more...

Somnambulis

rangkaian pagi merajut sebagian jantung
ketika daun kutangkup ketika mereka berguguran

ada sepasang sepatu berjalan sambil tidur
membawa kasur
dan bantal

kemudian entah aku melihat
lemari insomnia
dan sikat yang riuh
parasomnia

satu satu domba melayang di kepalaku
melompati saraf dan aku masih belum tidur

mungkin membayangkan bayangan pagi ini

Read more...

Gerhana


malam itu aku melihat gerhana…
setidaknya di wajahmu itu…
aku melihat hantu menyanyi ngeri

lagu makam terang karena lampu

bebatu, sangkal seperti oval
baunya serupa kemenyan campur tangan

gerhana, setidaknya matamu berkorona
serupa anjing-anjing melolong

2008

Read more...

Penyair Muda

>> Sabtu, 21 Februari 2009

Seorang penyair menamai dirinya sebagai kutukan. Rangkup sajak-sajak lemur jemur hancur berbentur tangan. Cium hidungnya mendengus kalimat konotasi bibirnya. Denotasi matanya yang merangkum curian-curian.
Seorang penyair menamai dirinya sebagai kertas. Wajahnya putih pucat memecat keringat dari kelelahannya.
2008

Read more...

Wanita Bertulang Punggung Sunyi

>> Sabtu, 17 Januari 2009

Aku mengerti kenapa ia terus muram, sayang.
Kenapa ia terus menghunus langit dengan
telunjuk.
Ia duduk dengan tangan merekah seperti fajar.
Dan aku tahu ia mencipta bisu dalam
lagu.
Tak satupun kata kutemui buat
bercinta.
Mungkinkah ia maha sepi?
Sebab ia tercipta dari
sunyi.
Ataukah ia lupa di mana wajahnya ia taruh.
Membikin gelisah di antara jerawat
di pundaknya.
Wanita itu bertulang punggung sunyi.
Nyanyiannya lagu
sakti.
Dan ia membius riuh agar tidur.
Buat ia menyanyikan sendu
merdu.

Read more...

Puisi Ketakutan

>> Rabu, 14 Januari 2009

Kau katakan antara bumi dan ketakutan.
Bahwa gelap menjelma mimpi seseorang,
yang rela menangkapmu dan memendammu dalam kamar gelap.

Lantas, kau pertanyakankah tentang sebuah kegelisahan?

Read more...

Wajah Mereka yang Tertidur

>> Minggu, 11 Januari 2009

Katakan, bahwa mereka belum mati.
Bahwa, sebagian surga telah disiapkan buat anak-anak kecil.

Katakan, bahwa mereka masih tidur.
Dan akan bangun saat surga telah siap untuk semua orang.

Read more...

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP